Bongkar Judi Online Terbesar di Manado, Polisi Temukan 2 Buku Rekening Berisi Uang Rp 1 Miliar

Satreskrim Polresta Barelang mengungkap kasus judi online di Kota Batam yang diduga sebagai praktik judi online terbesar di Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo dalam konfrensi pers yang digelar di Mapolresta Barelang mengatakan, penangkapan itu dilakukan Minggu 5 Januari 2020 lalu.

“Ini merupakan penangkapan terbesar di tahun ini. Dua orang kita amankan terkait kasus judi online,” ujar Kapolresta.

Menurut Pras, dua orang yang diamankan tersebut yakni Player (pemain) kemudian Agen (bandar).

Dari penangkapan kedua pelaku polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua rekening Bank dan buku panduan untuk bermain online.

Dua orang tersebut berinisial EL dan FW.

Sejauh ini, mereka mengaku sebagai wirausaha.

Namun sayang, kedua pelaku tidak bisa menyebutkan apa saja usahanya.

“Dia tidak bisa menunjukkan pekerjaanya, pastinya mereka dapat duit dari judi online ini,” sebut Pras menerangkan.

Dikatakan Pras, dari dua rekening yang ada di tangan mereka, rekening tersebut berisi uang lebih kurang Rp 1 miliar.

“Dari kedua buku rekening, total uang keseluruhan lebih kurang Rp 1 miliar,” sebut Pras.

Sejauh ini, Polisi masih melakukan pengembangan terkait kasus judi online terbesar di Kota Batam ini

Tangkap 6 Pemain dan 1 Bandar Judi

Praktik judi TotoGelap (Togel) berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian kemarin, Sabtu (4/1/2020).

Permainan judi dengan bandar bernama Ahok (41) ini dilakukan di ruko Bandar Mas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

“Ada enam pemain. Namun kasus ini akan kami kembangkan ke bandar lainnya,” tegas Kapolresta Barelang, Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo saat memimpin konferensi pers pengungkapan, Selasa (7/1/2020).

Keenam pemain itu antara lain Dedi Susanto (29), Untung (55), Yuswardi (41), Zulhardi (39), Monte Carlo (35), dan Ridwan (39).

Dari para pelaku, akan dikenakan pelanggaran sesuai pasal 303 ayat 1 ayat ke 1 dan pasal 303 BIS.

“Bandar ancaman pidana penjara selama 10 tahun dan para pemain empat tahun,” ungkap Prasetyo lagi.

Dari ketujuh orang ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam milik para pemain dan bukti transfer dengan nilai sekira Rp 6,35 juta.

“Modusnya para pemain memesan nomor via togel indonesia SMS kepada bandar,” katanya.

Diketahui, TotoGelap (togel) ini adalah sebuah bentuk populer dari praktik judi di Singapura.

Praktik ini sendiri dikenal togel dengan nama-nama berbeda di tempat lainnya.